Paskibra SMAN 1 Kendari Tembus Podium Nasional, Juara II LKBB PB di MPR RI

Published by
Oktober 5, 2026 21:56

KENDARI – Kerja keras Paskibra SMA Negeri 1 Kendari membuahkan hasil di tingkat nasional. Tim asal Kota Kendari tersebut sukses menempati posisi juara II dalam Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB PB) yang berlangsung di Gedung MPR RI, 6 September 2026.

Capaian ini sekaligus mengantarkan nama Sulawesi Tenggara (Sultra) bersaing di jajaran terbaik dalam kompetisi yang diikuti perwakilan dari 30 provinsi di Indonesia.

Bagi para anggota Paskibra SMAN 1 Kendari, prestasi tersebut merupakan buah dari proses panjang. Sebelum tampil di panggung nasional, mereka lebih dulu menjuarai kompetisi tingkat Provinsi Sultra yang menjadi tiket untuk mewakili daerah di ajang LKBB PB.

Salah seorang anggota Paskibra SMAN 1 Kendari, Aditia Pratama, mengaku bangga dapat membawa nama Sultra hingga ke tingkat nasional.

“Alhamdulillah, kami berhasil meraih juara II tingkat nasional. Lomba tersebut diikuti peserta dari 30 provinsi di Indonesia,” kata Aditia.

Dalam ajang tersebut, SMAN 1 Kendari menurunkan 16 orang yang terdiri atas 14 personel pasukan, termasuk satu orang cadangan, serta dua orang pembina dan pelatih.

Persaingan berlangsung dengan sejumlah aspek penilaian. Kekompakan tim, keterampilan dan ketepatan gerakan, hingga pelaksanaan pengibaran bendera menjadi bagian yang menentukan hasil akhir perlombaan.

Namun, pencapaian tersebut tidak diraih dalam waktu singkat. Persiapan dilakukan secara intensif setelah tim memastikan diri sebagai juara tingkat provinsi.

Pembina Paskibra SMAN 1 Kendari, Nurhaena, mengatakan proses latihan menjadi salah satu kunci keberhasilan tim. Para siswa harus menjalani latihan dengan jadwal padat sembari tetap menjalankan kewajiban sebagai pelajar.

“Pencapaian ini memang tidak semudah yang dibayangkan. Anak-anak harus menjalani latihan secara intensif, mulai pagi, siang, sore sampai malam,” ujar Nurhaena.

Menurut alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) UHO tersebut, membagi waktu antara kegiatan akademik dan latihan menjadi tantangan tersendiri. Para anggota tetap mengikuti pembelajaran di sekolah sebelum kembali menjalani latihan hingga malam.

Keterbatasan fasilitas di sekolah juga membuat tim harus mencari lokasi latihan tambahan. Pasalnya, tiang bendera di SMAN 1 Kendari belum mencapai ketinggian 17 meter sebagaimana kondisi yang digunakan dalam perlombaan nasional.

Untuk menyiasatinya, latihan dilakukan di kawasan MTQ dan Kantor Wali Kota Kendari.

“Kami menggunakan dua lokasi untuk latihan. Di MTQ untuk menyesuaikan kemampuan pasukan dengan kondisi tiang bendera yang lebih tinggi, sedangkan di Kantor Wali Kota untuk menyesuaikan gerakan dan formasi, khususnya posisi bundaran tiang bendera agar mendekati kondisi yang ada di MPR RI,” jelas Nurhaena.

Perjuangan tersebut akhirnya terbayar dengan raihan juara II nasional. Apalagi, LKBB PB yang digelar di Gedung MPR RI merupakan penyelenggaraan perdana.

Bagi Paskibra SMAN 1 Kendari, hasil tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi pijakan untuk mempertahankan prestasi dan kembali bersaing di tingkat nasional pada kompetisi berikutnya.

Nurhaena berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi Paskibra berikutnya. Menurutnya, mempertahankan prestasi justru membutuhkan konsistensi dan kerja keras yang tidak kalah besar dibandingkan saat meraihnya.

“Harapan kami, SMA Negeri 1 harus terus mempertahankan apa yang telah ada. Itu tidak mudah, harus dengan perjuangan dan kerja keras,” pungkasnya.