Danrem 143/HO Tutup Latihan Sabuk Hitam Pencak Silat Militer

KENDARI – Komandan Korem 143/Halu Oleo, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, resmi menutup Latihan Kader Pelatih (Kadertih) Program Latihan Khusus Sabuk Hitam Tingkat I Pencak Silat Militer (PSM) Korem 143/HO, Selasa (13/10/2026).
Penutupan latihan ini menandai berakhirnya program pembinaan selama tiga bulan yang diikuti 40 prajurit TNI Angkatan Darat dari jajaran Korem 143/HO dan satuan lainnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan kemampuan bela diri yang telah diperoleh selama mengikuti latihan. Para peserta juga diharapkan mampu menerapkan keterampilannya sekaligus menjadi pelatih bagi prajurit lain di satuan masing-masing.
“Setelah mengikuti latihan ini, mereka diharapkan kembali ke satuannya masing-masing dan mengembangkan kemampuan yang sudah diperoleh,” ujar Raden Wahyu Sugiarto.
Menurutnya, pengkaderan ini menjadi langkah untuk mengatasi keterbatasan tenaga pelatih Pencak Silat Militer di sejumlah satuan TNI AD. Karena itu, para prajurit yang telah menyelesaikan latihan diharapkan dapat berkontribusi dalam memperluas pembinaan PSM di lingkungan satuannya.
Penutupan kegiatan ditandai dengan penyematan sabuk hitam kepada peserta yang telah memenuhi persyaratan kenaikan tingkat. Rangkaian acara juga diisi demonstrasi Pencak Silat Militer yang memperlihatkan teknik serangan, tangkisan, dan kuncian.
Danrem menyebutkan, program pengkaderan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya dengan pelaksanaan yang direncanakan setiap semester.
Melalui penutupan latihan ini, Korem 143/HO berharap para lulusan mampu mempertahankan kemampuan, meningkatkan kedisiplinan, serta menjalankan peran sebagai kader pelatih untuk mendukung pembinaan kemampuan bela diri prajurit TNI AD secara berkelanjutan.










