Belajar Jadi MC Sejak Kecil, Anak-Anak Kendari Ikuti Pelatihan Public Speaking

KENDARI – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) FNA Mandiri Akademi menggelar training public speaking khusus anak-anak yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kota Kendari. Minggu (5/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang percaya diri, berani berbicara di depan umum, serta mampu menyampaikan ide dan gagasannya dengan baik.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik berbicara di depan publik di hadapan teman-temannya. Kepercayaan diri para peserta terlihat saat satu per satu tampil menyampaikan pesan menggunakan teknik public speaking yang telah dipelajari.
Salah seorang peserta, Wa Ode Ainaya Rifda Alisha, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat dalam mengembangkan bakatnya sebagai Master of Ceremony (MC). Ia mengatakan selama ini dirinya kerap dipercaya oleh pihak sekolah untuk menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan.
“Di pelatihan ini saya belajar banyak hal, mulai dari etika saat menyampaikan pesan, penggunaan intonasi suara, hingga teknik berbicara yang baik di depan audiens. Ilmu yang saya dapat sangat membantu untuk tampil lebih percaya diri,” ungkap Ainaya.
Hal senada juga disampaikan peserta lainnya, Davis Aydan Al Rafka dan Qeyranna Izzatuk Matiya. Keduanya menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan keberanian mereka untuk berbicara di depan banyak orang.
Trainer Public Speaking sekaligus Pimpinan LKP FNA Mandiri Akademi, Fitriyanti, M.Keb., C.MC., C.PS., C.GMC., C.PSE., menjelaskan bahwa materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada teknik berbicara, tetapi juga membangun karakter anak agar lebih berani dan percaya diri saat tampil di depan publik.
“Kami mengajarkan bagaimana anak-anak bisa tampil berani, percaya diri, dan mampu menguasai panggung ketika berbicara di depan umum. Selain itu, yang paling penting dalam kelas public speaking anak adalah membangun fokus mereka, karena anak-anak biasanya mudah kehilangan konsentrasi,” jelas Fitriyanti.
Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum perlu dilatih sejak usia dini agar anak terbiasa menyampaikan pendapat, ide, maupun gagasan tanpa rasa takut atau malu.
LKP FNA Mandiri Akademi rutin menggelar kelas public speaking setiap akhir pekan, yakni pada hari Sabtu atau Minggu, sehingga tidak mengganggu aktivitas sekolah maupun jam kerja peserta dewasa.
Untuk mengikuti kelas reguler, peserta dikenakan biaya Rp200 ribu per orang, baik untuk kategori anak-anak maupun dewasa. Sementara kelas privat satu peserta dibanderol Rp3 juta untuk empat kali pertemuan dengan durasi tiga jam setiap sesi. Tersedia pula kelas privat untuk tiga peserta dengan biaya Rp4 juta, di mana lokasi pelatihan maupun materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Selain mendapatkan materi pelatihan, setiap peserta juga memperoleh konsumsi, e-sertifikat resmi dari LKP FNA Mandiri Akademi, serta bonus konsultasi seumur hidup apabila membutuhkan pendampingan atau mengalami kendala saat tampil berbicara di depan publik.
Fitriyanti berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu berkomunikasi secara efektif, serta berani tampil menyampaikan ide dan gagasan di berbagai kesempatan.
“Harapan kami, anak-anak tidak lagi merasa malu, ragu, atau takut ketika berbicara di depan umum. Public speaking bukan hanya keterampilan berbicara, tetapi juga bekal penting untuk masa depan mereka, baik di dunia pendidikan maupun saat memasuki dunia kerja nantinya,” tutupnya.










