MPLS SDN 6 Kendari Resmi Ditutup, Sekolah Perkuat Komitmen Bebas Bullying dan Perpeloncoan

Published by
Juli 18, 2026 11:26

KENDARI – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang Sekolah Dasar di Kota Kendari resmi berakhir pada Jumat (17/7/2026).

Di SD Negeri 6 Kendari, penutupan MPLS ditandai dengan pelepasan atribut peserta didik baru sebagai simbol bahwa mereka telah siap mengikuti kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah.

Prosesi penutupan dipimpin langsung oleh Kepala SDN 6 Kendari, Tin Meronda, yang secara simbolis menanggalkan atribut MPLS para siswa baru.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan deklarasi komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang ramah anak, aman, nyaman, serta bebas dari bullying maupun perpeloncoan.

Deklarasi tersebut ditandatangani oleh kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Kepala SDN 6 Kendari, Tin Meronda, mengatakan pelaksanaan MPLS tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter sejak hari pertama mereka bersekolah.

“Dengan ditutupnya MPLS ini, kami berharap siswa-siswi dapat saling mengenal, saling menghormati, dan saling menghargai satu sama lain. Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk karakter yang baik, sehingga tidak ada lagi perpeloncoan, tidak ada bullying, dan tidak ada kekerasan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolah berkomitmen menciptakan suasana belajar yang kondusif, aman, nyaman, dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal serta mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Sementara itu, Pengawas Pembina SDN 6 Kendari, Nurnihati, mengapresiasi pelaksanaan MPLS yang berlangsung dengan baik. Menurutnya, selama kegiatan berlangsung para peserta didik baru telah mampu mengenal lingkungan sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, serta teman-teman sebayanya sehingga lebih siap beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Nurnihati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendampingi perkembangan anak. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi peserta didik selama menjalani proses pendidikan.

“Kolaborasi antara guru dan orang tua sangat penting. Dengan komunikasi yang baik, setiap permasalahan yang dihadapi anak dapat diselesaikan bersama sehingga tercipta lingkungan belajar yang positif,” katanya.

Melalui penutupan MPLS dan deklarasi komitmen bersama tersebut, SDN 6 Kendari berharap seluruh warga sekolah dapat terus menjaga lingkungan pendidikan yang bebas dari bullying, perpeloncoan, maupun segala bentuk kekerasan. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak, dan saling menghargai.