60 Tim Ramaikan Kapolda Sultra Cup Basketball Competition 2026, Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berbakat

KENDARI – Sebanyak 60 tim basket dari kategori umum putra-putri dan kategori usia 18 tahun putra-putri ambil bagian dalam Kapolda Sultra Cup Basketball Competition 2026 yang digelar selama tujuh hari, mulai 19 hingga 25 Juli 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) KONI Sultra.
Turnamen ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Polda Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI).
Kapolda Sultra, Irjen Pol Himawan Bayu Aji, mengatakan kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan untuk menjaring bibit-bibit atlet basket berbakat yang nantinya dapat berprestasi di tingkat regional maupun nasional serta mengharumkan nama Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, melalui olahraga basket para peserta juga dibentuk untuk memiliki disiplin, integritas, sportivitas, dan mental yang kuat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang terpenting adalah meningkatkan disiplin, integritas, sportivitas, dan mental yang kuat sehingga nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini tentu bermanfaat bagi kita semua,” ujar Himawan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perbasi Pusat, Nirmala Dewi, mengapresiasi penyelenggaraan Kapolda Sultra Cup Basketball Competition 2026 yang dinilainya berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta maupun masyarakat.
Menurutnya, kesuksesan turnamen ini tidak lepas dari dukungan Kapolda Sultra yang juga dikenal aktif dalam pembinaan olahraga basket sebagai Ketua Basketball Polri.
Nirmala berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan pemain-pemain muda berbakat yang nantinya dapat tampil di tingkat nasional. Ia juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan baru Perbasi Sulawesi Tenggara yang dinilai berhasil menghidupkan kembali gairah olahraga basket di daerah setelah cukup lama vakum.
Ia optimistis Sulawesi Tenggara dapat menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan kompetisi basket di kawasan Indonesia Timur apabila pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.
Selain pembinaan atlet, Nirmala juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas olahraga sebagai salah satu syarat untuk menghadirkan klub yang berlaga di Indonesian Basketball League (IBL).
Menurutnya, apabila sarana dan prasarana olahraga terus ditingkatkan, bukan tidak mungkin Sulawesi Tenggara atau Kota Kendari akan memiliki klub basket profesional yang mampu berkompetisi di kasta tertinggi basket nasional.
Pada akhir turnamen, tim-tim terbaik dari setiap kategori akan memperoleh uang pembinaan, medali, dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih selama kompetisi berlangsung.










