21 Siswa SMKN 2 Kendari Ikuti Pelatihan Bahasa Jepang, Dipersiapkan Bekerja ke Luar Negeri

Published by
Agustus 13, 2026 22:30

KENDARI – Sebanyak 21 siswa SMK Negeri 2 Kendari mengikuti program SMK Global yang merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk membuka peluang kerja lulusan SMK ke luar negeri.

Para siswa tersebut saat ini menjalani pelatihan bahasa dan pengenalan budaya Jepang. Pelatihan telah berlangsung selama lebih dari satu bulan sejak Juli 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan.

Kepala SMK Negeri 2 Kendari, Ahmad Mustapa, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya sekolah mempersiapkan siswa agar memiliki kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja internasional.

“SMK Global ini merupakan program Pak Gubernur untuk membuka peluang ke luar negeri. Saat ini SMK Global melibatkan 21 peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan bahasa Jepang sekaligus pengenalan budaya Jepang,” kata Ahmad Mustapa. Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, para peserta berasal dari sejumlah jurusan yang dinilai memiliki peluang besar untuk bekerja di Jepang. Di antaranya jurusan bangunan, pemesinan, dan teknik sepeda motor.

Para siswa yang mengikuti program tersebut telah melalui proses seleksi di tingkat sekolah. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah persyaratan, mulai dari kondisi fisik, kesehatan, kemauan siswa, hingga persetujuan orang tua.

“Kami melakukan seleksi di tingkat sekolah berdasarkan kriteria umum yang diberikan, seperti kondisi fisik, kesehatan anak-anak, kemauan, serta persetujuan dari orang tua,” jelasnya.

Ahmad menjelaskan, 21 siswa yang mengikuti pelatihan tersebut belum secara otomatis langsung ditempatkan bekerja di Jepang. Setelah menyelesaikan pelatihan bahasa, peserta masih akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan sesuai kebutuhan perusahaan atau pihak yang membuka peluang kerja di luar negeri.

“Mereka ini dilatih lebih awal, kemudian ada seleksi lagi sesuai dengan kebutuhan pihak luar negeri. Setelah itu perusahaan-perusahaan akan menentukan dan menempatkan mereka di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada awalnya terdapat sekitar 60 siswa yang menjadi bagian dari proses penjaringan. Selanjutnya, dilakukan penyaringan hingga diperoleh peserta yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program tersebut.

Pelatihan bahasa Jepang sendiri telah berlangsung lebih dari satu bulan dan akan dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan. Program ini diharapkan menjadi bekal bagi siswa, khususnya mereka yang saat ini masih duduk di kelas 11.

Ahmad mengatakan, program tersebut menjadi salah satu langkah SMKN 2 Kendari dalam meningkatkan serapan lulusan ke dunia kerja, baik di dalam negeri maupun ke pasar kerja internasional.

“Ini merupakan upaya sekolah untuk tetap memberikan kesempatan kepada anak-anak. Ketika mereka nanti dinyatakan lulus, diharapkan sudah bisa terserap di dunia kerja, baik secara nasional maupun internasional,” tuturnya.

Melalui program SMK Global, SMKN 2 Kendari berharap semakin banyak lulusannya memiliki kompetensi, keterampilan bahasa, serta kesiapan mental untuk memasuki dunia kerja, termasuk membuka peluang berkarier di luar negeri.