Poltekkes Kemenkes Kendari Edukasi Pemanfaatan Daun Binahong untuk Ibu Hamil Anemia di Desa Mata Wawatu, Kec. Moramo Utara, Kab. Konawe Selatan

Published by
Agustus 21, 2026 04:49

KONAWE SELATAN – Poltekkes Kemenkes Kendari melalui dosen Jurusan Kebidanan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Mata Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan ini mengusung edukasi pemanfaatan rebusan daun binahong sebagai salah satu upaya pendukung dalam membantu meningkatkan kadar hemoglobin atau Hb pada ibu hamil yang mengalami anemia.

Tim pengabdian kepada masyarakat tersebut terdiri dari Endah Saraswati, SST., M.Keb, Malahayati Nurdajaya, S.SiT., M.Kes, dan Halijah, SKM., M.Kes.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Kendari, Pemerintah Desa Mata Wawatu, dan Puskesmas Lalowaru. Sasaran kegiatan pada ibu hamil di wilayah tersebut.

Ketua Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Kendari Jurusan Kebidanan, Endah Saraswati, SST., M.Keb, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.

Menurutnya, daun binahong merupakan salah satu tanaman lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya pendukung dalam membantu meningkatkan kadar Hb, dengan pengolahan, dosis, dan pemantauan yang tepat.

“Melalui pengabdian masyarakat ini, kami ingin memberikan edukasi kepada ibu hamil, khususnya yang mengalami anemia, tentang pemanfaatan daun binahong. Tanaman lokal ini dapat diolah dengan tepat dan dikonsumsi sesuai dosis yang telah ditentukan sebagai upaya untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin,” ujar Endah.

Ia menjelaskan, kadar hemoglobin pada ibu hamil perlu mendapat perhatian karena anemia dapat menimbulkan berbagai risiko selama masa kehamilan, persalinan, hingga nifas.

“Kesehatan ibu selama kehamilan sangat penting, bukan hanya bagi ibu tetapi juga bagi janin. Karena itu, kami memberikan pemahaman tentang pemanfaatan daun binahong yang telah melalui pemeriksaan serta dikonsumsi secara teratur selama dua minggu, pagi dan sore,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemberian edukasi menggunakan modul, pemeriksaan dan skrining awal, sesi tanya jawab, hingga evaluasi pemahaman tentang anemia.

“Kegiatan ini kami lakukan dalam dua kali pertemuan. Pertama, kami memberikan edukasi melalui modul, kemudian melakukan pemeriksaan dan skrining awal. Setelah itu dilakukan tanya jawab dan evaluasi untuk mengetahui pemahaman mereka tentang anemia,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh ibu hamil yang menjadi peserta juga menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hemoglobin masing-masing. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan beberapa ibu hamil yang tergolong mengalami anemia.

Mereka kemudian diberikan edukasi untuk menjalankan pola penanganan sesuai arahan tenaga kesehatan, termasuk mengonsumsi rebusan daun binahong sebagai upaya pendukung serta tetap mengonsumsi obat atau suplemen yang diberikan oleh Puskesmas.

Sementara itu, Bidan Desa Mata Wawatu dari Puskesmas Lalowaru, Lela, mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan para dosen Poltekkes Kemenkes Kendari. Menurutnya, edukasi tersebut memberikan manfaat besar bagi ibu hamil dalam meningkatkan pemahaman mengenai berbagai kondisi kesehatan.

“Kegiatan pengabdian masyarakat dari dosen Poltekkes Kemenkes Kendari ini sangat luar biasa dan sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Mereka jadi lebih mengetahui tentang anemia, bagaimana penanganannya, serta mengenali tanda-tanda masalah kesehatan yang perlu segera ditangani,” ungkap Lela.

Ia berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Kalau muncul gejala seperti pusing atau keluhan lainnya, masyarakat diharapkan tidak menunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau puskesmas agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut,” katanya.

Salah seorang ibu hamil asal Desa Mata Wawatu, Fatma, mengaku telah merasakan manfaat dari konsumsi rebusan daun binahong sebagai pendamping dalam upaya penanganan anemia selama masa kehamilan.

Meski demikian, ia tetap mengikuti anjuran tenaga kesehatan dengan mengonsumsi obat atau suplemen yang diberikan oleh puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

“Saya merasakan manfaat dari daun binahong untuk membantu mengatasi anemia. Rasanya juga tidak pahit, agak licin, dan menurut saya baik untuk kesehatan. Saya minum secara rutin selama dua minggu, tetapi tetap juga mengonsumsi obat-obatan yang diberikan dari puskesmas atau rumah sakit,” tutur Fatma.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Kendari berharap masyarakat semakin mengenal pemanfaatan potensi tanaman lokal secara tepat sebagai upaya pendukung kesehatan, dengan tetap menjadikan tenaga kesehatan sebagai rujukan utama dalam penanganan anemia pada ibu hamil.

Edukasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, memantau kadar hemoglobin, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan demi menjaga kesehatan ibu dan janin hingga masa persalinan.