Serunya Camping Kemerdekaan, Anak-anak Perumahan Harapan Indah Belajar Pramuka dan Cinta Tanah Air

Published by
Agustus 28, 2026 16:02

KENDARI – Suasana halaman rumah di Kompleks Perumahan Harapan Indah, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, tampak berbeda. Sejumlah anak mendirikan tenda dan mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan dalam rangka Camping Kemerdekaan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Agustus 2026 tersebut, menjadi ajang bagi anak-anak untuk belajar kemandirian, kekompakan, kebersamaan, hingga menumbuhkan semangat cinta tanah air.

Pembina Pramuka Camping Kemerdekaan Perumahan Harapan Indah, Nasruddin Launtu, S.IP., M.Ak., mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan camping untuk kedua kalinya setelah sebelumnya juga digelar pada momentum libur sekolah tahun lalu.

Namun, pelaksanaan camping tahun ini memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan dua momentum penting, yakni peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

“Alhamdulillah, tahun ini Perumahan Harapan Indah kembali melaksanakan kegiatan camping untuk periode yang kedua. Tahun ini kami mengangkat dua momentum, yaitu Hari Pramuka ke-65 dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Nasruddin.

Menurutnya, antusiasme peserta tahun ini lebih besar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika tahun lalu kegiatan hanya diikuti anak-anak dari Blok E, kini peserta dari sejumlah blok di Perumahan Harapan Indah turut bergabung dalam Camping Kemerdekaan.

Kegiatan tersebut diikuti anak-anak usia siaga hingga penggalang dengan berbagai aktivitas edukatif dan permainan yang dikemas dalam suasana perkemahan.

“Tahun ini lebih semarak karena bukan hanya dari Blok E, tetapi anak-anak dari blok-blok lain juga bergabung. Kami berharap banyak hal positif yang bisa didapatkan oleh adik-adik, terutama kebersamaan, kekompakan dan pengalaman dalam kegiatan kepramukaan,” katanya.

Selama tiga hari dua malam, peserta mengikuti berbagai agenda kegiatan. Pada hari pertama, anak-anak mendapatkan materi tentang cara mendirikan tenda sebelum langsung mempraktikkannya secara bersama-sama.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta dilatih untuk bekerja sama, membangun kekompakan dan saling membantu.

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah bersama, mengaji, makan bersama secara lesehan serta menonton film pendidikan.

Keesokan harinya, peserta mengawali aktivitas dengan olahraga bersama. Mereka kemudian mendapatkan materi tentang sandi-sandi dalam Pramuka, seperti sandi angka dan sandi Merah Putih.

Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan hiking atau penjelajahan di sekitar kawasan Perumahan Harapan Indah.

Nasruddin mengatakan, kegiatan penjelajahan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas bermain, tetapi juga melatih keberanian, kekompakan dan kemampuan peserta dalam memecahkan persoalan.

“Dalam kegiatan hiking dan penjelajahan, anak-anak dilatih untuk bekerja sama, memecahkan persoalan dan membangun keberanian. Mereka juga belajar berbagai sandi dalam Pramuka sebelum melaksanakan penjelajahan,” ungkapnya.

Berbagai kegiatan lainnya juga digelar, seperti fun games dan permainan yang melatih interaksi serta kemampuan problem solving peserta.

Pada malam kedua, anak-anak mengikuti kegiatan api unggun bersama. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan nilai cinta tanah air dan patriotisme.

Selain itu, para peserta juga diberi kesempatan menampilkan berbagai bakat dan kreativitas melalui kegiatan pentas seni.

“Pada malam api unggun, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air dan patriotisme kepada anak-anak. Mereka juga diberikan ruang untuk bergembira dan mengaktualisasikan bakat-bakat yang mereka miliki,” ujar Nasruddin.

Camping Kemerdekaan kemudian ditutup pada 17 Agustus 2026 dengan kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta berbagai permainan dan lomba kemerdekaan.

Menurut Nasruddin, kegiatan tersebut membuktikan bahwa perkemahan tidak harus selalu dilaksanakan di hutan atau pegunungan.

Camping juga dapat dilakukan di lingkungan tempat tinggal dengan memanfaatkan halaman maupun kawasan kompleks perumahan sebagai ruang edukasi dan kebersamaan bagi anak-anak.

“Camping itu tidak mesti dilaksanakan di hutan atau di gunung. Kegiatan seperti ini juga bisa dilakukan di lorong atau kawasan kompleks perumahan. Kami sudah dua kali melaksanakannya dan ternyata anak-anak sangat antusias,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan alternatif aktivitas yang positif dan edukatif bagi anak-anak, sekaligus mengurangi ketergantungan mereka terhadap penggunaan gadget.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak menikmati berbagai aktivitas secara langsung bersama teman-teman dan pembina tanpa bergantung pada perangkat digital.

“Selain mengajarkan kebersamaan, kekompakan, cinta tanah air dan patriotisme, kegiatan ini juga menjadi aktivitas positif bagi anak-anak. Kami ingin mengurangi ketergantungan mereka terhadap gadget. Alhamdulillah, mereka bisa bergembira dan menikmati kegiatan ini dengan konsep no gadget,” katanya.

Nasruddin menambahkan, melihat tingginya antusiasme anak-anak dan dukungan warga, Camping Kemerdekaan direncanakan akan kembali dilaksanakan pada tahun mendatang. Bahkan, pihaknya juga membuka kemungkinan menggelar kegiatan serupa pada momentum malam pergantian tahun.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antara anak-anak, orang tua, pembina Pramuka dan seluruh warga Perumahan Harapan Indah.