Kecelakaan Turun 14 Persen Selama Operasi Ketupat 2026 di Sultra

KENDARI – Direktorat Lalu Lintas Polda Sultra mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 14 persen selama 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Penurunan ini terjadi meski jumlah pemudik mengalami peningkatan sekitar 15 hingga 23 persen, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara. Selain itu, angka pelanggaran lalu lintas juga turun drastis hingga 79 persen.
Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol Argowiyono, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai strategi yang diterapkan, mulai dari upaya preventif hingga penegakan hukum berbasis teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Menurutnya, langkah-langkah tersebut terbukti efektif dalam menekan angka pelanggaran di lapangan.
Berdasarkan data, jumlah kecelakaan selama Operasi Ketupat 2026 tercatat sebanyak 62 kejadian, menurun dari 72 kejadian pada tahun sebelumnya. Sementara itu, pelanggaran lalu lintas hanya mencapai 65 kasus, jauh berkurang dibandingkan 241 pelanggaran pada tahun 2025.
Penempatan pos pengamanan dan checkpoint di jalur utama pemudik turut menjadi faktor pendukung. Sejumlah titik strategis seperti jalur Kendari menuju wilayah utara, serta jalur keluar di kawasan Konda dan Puuwatu, dinilai efektif dalam mengontrol mobilitas masyarakat.
Selain itu, kehadiran personel di berbagai titik, tidak hanya di pusat keramaian seperti tempat wisata, pasar, terminal, pelabuhan, dan bandara, tetapi juga di jalur pergerakan pemudik, dinilai mampu meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan sekaligus menekan potensi kecelakaan.
Meski demikian, terdapat peningkatan kecil kecelakaan di jalur wisata, khususnya di wilayah pesisir utara. Jalur menuju destinasi wisata seperti Pantai Nambo, Pantai Toronipa hingga Pantai Taipa tercatat menjadi titik rawan dengan lima kejadian kecelakaan selama periode operasi.
Keberhasilan Operasi Ketupat tahun ini juga didukung sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Sejumlah kebijakan seperti ramp check kendaraan, pembatasan angkutan berat, serta penerapan Work From Anywhere (WFA) dinilai efektif dalam mengurai kepadatan arus mudik.
Di sisi lain, optimalisasi transportasi laut serta program mudik gratis turut membantu mengurangi penumpukan kendaraan di jalur darat. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan guna mendukung kelancaran arus mudik di tahun-tahun mendatang.(dn)










