BI Sultra Kenalkan Kebanksentralan dan Literasi Keuangan kepada Siswa SMPN 1 Sampara

KONAWE – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperluas edukasi kebanksentralan kepada generasi muda melalui kegiatan Goes to School di SMP Negeri 1 Sampara, Kabupaten Konawe, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa-siswi untuk mengenal lebih dekat peran, fungsi dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral Republik Indonesia, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak usia sekolah.
Asisten Analis Unit Kehumasan BI Sultra, Muhammad Ashar, mengatakan pengenalan kebanksentralan penting diberikan kepada pelajar agar mereka memahami peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
“Edukasi kebanksentralan kepada siswa ini diharapkan dapat memberikan pemahaman sejak dini mengenai peran dan tugas Bank Indonesia, khususnya dalam menjaga kestabilan nilai Rupiah serta mendukung kelancaran sistem pembayaran,” ujar Muhammad Ashar.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan sejarah, kedudukan, fungsi dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral.
Siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai kebijakan moneter serta peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai Rupiah dan sistem pembayaran di Indonesia.
Menurut Ashar, pemahaman mengenai kebanksentralan juga berkaitan erat dengan kemampuan siswa dalam mengelola keuangan secara bijak.
“Literasi keuangan perlu dibangun sejak usia sekolah. Anak-anak perlu memahami bagaimana menggunakan uang secara bijak, membiasakan menabung, serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan,” katanya.
Selain pengelolaan keuangan secara konvensional, siswa juga diperkenalkan dengan perkembangan sistem pembayaran digital, termasuk penggunaan QRIS.
Edukasi tersebut mencakup pentingnya menggunakan transaksi digital secara aman, bijak dan bertanggung jawab di tengah semakin berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis digital.
“Kami juga mengenalkan transaksi digital seperti QRIS agar siswa memahami perkembangan sistem pembayaran saat ini. Yang tidak kalah penting adalah menggunakan transaksi digital secara aman dan bijak,” jelasnya.
Materi yang diberikan juga berkaitan dengan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Para siswa didorong untuk mengenali, merawat, menjaga dan menggunakan Rupiah dengan baik sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus simbol kedaulatan negara.
Melalui edukasi tersebut, BI Sultra berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecakapan finansial, disiplin dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan terkait keuangan.
“Harapannya, edukasi ini tidak hanya menambah pengetahuan siswa tentang Bank Indonesia, tetapi juga membentuk kebiasaan positif dalam mengelola keuangan dan menggunakan Rupiah maupun sistem pembayaran digital secara bertanggung jawab,” pungkas Ashar.
Kegiatan Goes to School ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas literasi kebanksentralan dan keuangan kepada generasi muda, sehingga pemahaman mengenai ekonomi dan sistem pembayaran dapat diperoleh sejak bangku sekolah.










