BMKG Bekali Nelayan Sultra Informasi Cuaca untuk Tingkatkan Keselamatan Melaut

KENDARI – Puluhan nelayan di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari di Balai Kelurahan Nambo, Kota Kendari, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tahunan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan dan penyuluh perikanan terhadap informasi meteorologi maritim, sehingga dapat memadukan pengetahuan tradisional dengan teknologi dalam menentukan waktu melaut, membaca kondisi cuaca, hingga mengetahui informasi terkait potensi keberadaan ikan.
Salah seorang nelayan asal Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Akbar, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sekolah lapang ini memberikan pengetahuan baru bagi nelayan untuk memperoleh informasi cuaca sebelum melaut.
“Selama ini kami masih banyak mengandalkan pengetahuan turun-temurun dan melihat kondisi alam. Dengan kegiatan ini, kami bisa mendapatkan informasi tambahan untuk mengetahui kondisi cuaca sebelum turun melaut,” ujar Akbar.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, menjelaskan bahwa sekolah lapang tersebut menjadi sarana untuk menambah wawasan nelayan dalam memahami informasi cuaca dan potensi bahaya di laut.
“Melalui sekolah lapang ini, kami berharap nelayan semakin memahami informasi cuaca sebelum melaut, sehingga potensi risiko yang tidak diinginkan dapat diantisipasi sejak dini,” jelas Agie.
Sementara itu, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan manfaat nyata bagi nelayan melalui pemanfaatan informasi cuaca dan kondisi perairan.
Melalui kegiatan ini, nelayan diharapkan semakin memahami pentingnya informasi meteorologi maritim sebagai salah satu pertimbangan sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan nelayan dalam memahami informasi cuaca, menentukan waktu keberangkatan secara lebih cermat, serta mengenali kondisi perairan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Menurutnya, pemanfaatan informasi cuaca juga dapat membantu nelayan mengurangi risiko kecelakaan dan menekan biaya operasional akibat kondisi perairan yang tidak mendukung.
Selain memperoleh pengetahuan, para peserta Sekolah Lapang Cuaca Nelayan diharapkan menjadi penghubung informasi bagi nelayan lainnya. Dengan demikian, informasi cuaca dan potensi bahaya di perairan dapat diteruskan kepada masyarakat nelayan yang lebih luas.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong aktivitas melaut yang lebih aman, efektif, dan terencana, sekaligus meningkatkan keselamatan nelayan di wilayah Sulawesi Tenggara.










