TNI dan Masyarakat Adu Strategi di Turnamen Domino Piala Panglima TNI Kendari

KENDARI – Sebanyak 128 peserta dari 64 tim ambil bagian dalam turnamen lomba Domino Piala Panglima TNI yang digelar yang digelar balai prajurit Korem 143/HO. Minggu (27/9/2026) tersebut.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan hari TNI pada 5 oktober mendatang.
Dari seluruh peserta, hanya 12 tim yang berasal dari unsur TNI. Selebihnya merupakan peserta dari kalangan masyarakat umum.
Ketua panitia pelaksana, Sutamin Rembasa mengatakan komposisi peserta tersebut menunjukkan turnamen domino terbuka bagi masyarakat luas.
“64 tim, 128 peserta. Unsur TNI hanya 12 tim, selebihnya masyarakat,” kata Sutamin.
Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang membuat pertandingan tidak hanya menjadi ajang memperebutkan hadiah, tetapi juga menjadi wadah pertemuan antara TNI dan masyarakat dalam suasana yang lebih santai.
Komandan Korem 143/Halu Oleo, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, mengatakan domino dipilih karena olahraga tersebut telah dikenal luas dan memiliki banyak penggemar di berbagai lapisan masyarakat.
Menurutnya, melalui turnamen tersebut, masyarakat juga diperkenalkan bahwa domino kini telah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan secara resmi.
“Cabang olahraga domino ini kan sudah masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini tentunya pertama kita ingin perkenalkan kepada masyarakat,” ujar Danrem.
Ia menilai domino memiliki karakter yang berbeda dengan olahraga lain karena dapat dimainkan dan dinikmati oleh berbagai kelompok masyarakat.
“Ini salah satu cabang olahraga yang familiar dan memang di masyarakat level dari bawah sampai ke atas menggemari,” katanya.
Turnamen domino ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI yang dilaksanakan secara serentak di 101 lokasi di Indonesia.
Di Kendari, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi Federasi Olahraga Domino (Oradi) Provinsi Sulawesi Tenggara, Kodim 1417 Kendari, Lanal Kendari, dan Lanud Halu Oleo.
Selain pertandingan, kegiatan ini diharapkan memperkuat kedekatan TNI dengan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat terbuka dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Panitia juga menyiapkan hadiah bagi para peserta terbaik. Juara pertama berhak membawa pulang Piala Panglima TNI dan uang pembinaan Rp10 juta.
Juara kedua memperoleh Rp7,5 juta, juara ketiga Rp5 juta, sedangkan juara harapan pertama mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp3 juta.










