BMKG Peringatkan Potensi Sebaran Asap di 17 Wilayah Sultra hingga 9 Oktober

Published by
Oktober 5, 2026 20:52

KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi sebaran asap yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 9 Oktober 2026.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan kondisi asap masih berpotensi terjadi akibat pola angin regional yang membawa sebaran asap dari sejumlah wilayah.

“Berdasarkan pemantauan kami, potensi asap dengan kategori sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara pada 7 hingga 9 Oktober. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan,” kata Faizal.

Berdasarkan siaran pers Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari tertanggal 5 Oktober 2026, terdapat 17 wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami asap kategori sedang.

Wilayah tersebut meliputi Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Kota Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi.

Faizal menjelaskan, hasil observasi BMKG pada 5 Oktober menunjukkan kabut asap telah terpantau di Kendari dan wilayah sekitarnya, terutama pada dini hari hingga pagi hari.

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang berkurang hingga kurang dari lima kilometer.

“Pada dini hari hingga pagi hari, kabut asap terpantau mengurangi jarak pandang hingga kurang dari lima kilometer. Kondisi ini kemudian diprakirakan berangsur membaik pada siang hingga malam hari, namun polanya masih berpotensi berulang dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Selain jarak pandang, BMKG juga memantau kondisi kualitas udara melalui konsentrasi partikulat halus atau PM2.5.

Di wilayah Kota Kendari, konsentrasi PM2.5 pada dini hari hingga pagi hari berada pada kategori sedang, yakni sekitar 15,5 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik. Sementara pada siang hingga malam hari, kualitas udara diprakirakan kembali berada pada kategori baik.

BMKG menyebut sebaran asap yang terjadi di Sultra tidak seluruhnya berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan pantauan satelit Himawari-9 dan pola angin regional yang bergerak dari tenggara hingga barat daya, asap juga dapat berasal dari luar wilayah Sultra, di antaranya Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan.

“Sebaran asap di Sulawesi Tenggara tidak hanya berasal dari wilayah Sultra. Berdasarkan pantauan satelit dan pola angin regional, terdapat juga kontribusi sebaran asap dari luar wilayah Sulawesi Tenggara,” ujar Faizal.

Sementara itu, BMKG mencatat terdapat 227 titik panas di wilayah Sulawesi Tenggara pada 5 Oktober 2026 dalam periode pukul 00.00 hingga 16.00 WITA. Seluruh titik panas tersebut terdeteksi dengan tingkat kepercayaan sedang.

Mengantisipasi dampak paparan asap, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta memperbanyak konsumsi air putih.

Masyarakat juga diminta menutup jendela rumah ketika kondisi asap mulai terasa pekat.

“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, dan menutup jendela apabila asap terasa pekat,” katanya.

Khusus kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, BMKG menyarankan agar mengurangi aktivitas di luar ruangan.

BMKG juga mengingatkan pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan untuk mewaspadai penurunan jarak pandang akibat sebaran asap.

Masyarakat diminta terus memperbarui informasi terkait kondisi cuaca dan sebaran asap melalui kanal resmi BMKG untuk mendukung langkah mitigasi, khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Informasi terkini dapat diperoleh melalui akun Instagram @bmkgmaritimkendari, situs resmi BMKG, aplikasi Info BMKG, maupun layanan WhatsApp BMKG Sultra.